Ibu Hamil dan Bayi Sering Cegukan, ini Solusinya ? » Perkembangan Janin dan Bayi - Perkembangan Janin dan Bayi

Menu

Ibu Hamil dan Bayi Sering Cegukan, ini Solusinya ?

Cegukan (singultus) merupakan kondisi di mana diafragma (otot yang memisahkan bagian rongga dada dan perut) mengalami kontraksi. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga manula. Ketika cegukan, orang yang bersangkutan akan mengeluarkan bunyi ‘hik’ selama beberapa waktu. Bunyi tersebut terjadi saat pita suara secara tiba-tiba tertutup.

Kondisi ini terjadi saat seseorang mengonsumsi minuman dingin atau bersoda, makanan pedas, merokok, hingga menderita stres. Normalnya, cegukan tidak akan berlangsung lama dan ritmenya akan melambat sebelum benar-benar hilang. Namun, beberapa orang mengalami cegukan yang terlalu sering atau berlangsung lama lebih dari biasanya.

Sering Cegukan pada Ibu Hamil dan Bayi

Sering cegukan saat hamil dapat dipengaruhi tekanan atau kontraski pada diafragma akibat perut yang semakin membesar. Uniknya, kasus cegukan juga ditemukan pada janin dalam kandungan. Memasuki trimester kedua atau ketiga, ibu hamil setidaknya dapat merasakan janinnya cegukan dengan rasa kejang yang terjadi pada perutnya. Hal tersebut terjadi akibat air ketuban masuk lalu keluar melalui paru-paru dan membuat diafragma mengalami kontraksi.

Sering cegukan pada bayi, terutama saat dia masih berada di tiga bulan awal, bisa dikatakan normal. Kondisi tersebut terjadi karena proses kematangan dalam organ tubuh dan sistem saraf yang memiliki kontrol terhadap diafragma bayi. Seiring berjalannya waktu, cegukan tadi akan berangsur menghilang.

Namun, ibu juga dapat melakukan tindakan pada bayi sering cegukan. Misalnya, ibu memberikan pijatan lembut pada bagian belakang tubuh bayi untuk menenangkannya. Jika cegukan terjadi saat sedang makan, segera berhenti agar bayi tidak tersedak dan lanjutkan makan saat bayi tidak rewel lagi. Selain itu, serdawa (proses mengeluarkan gas berlebih melalui kerongkongan) juga dapat meredakan cegukan pada bayi.

Cegukan pada Orang Dewasa

Sering cegukan pada orang dewasa dapat diakibatkan beberapa hal. Selain mengonsumsi makanan  pemicu cegukan, ada juga faktor penyakit dengan gejala awal cegukan. Tandanya berupa sering cegukan dalam sehari atau dua hari. Jika kondisi tersebut Anda alami, bisa jadi tubuh sedang diserang penyakit seperti kadar gula darah berlebih atau diabetes, meningitis, tumor, stroke, peradangan sistem pada otak, radang usus, hingga GERD (refluks gastroesfagus).

Gangguan psikis seperti tekanan mental, stres, rasa takut atau sedih juga dapat memacu cegukan pada orang dewasa. Kemudian, konsumsi obat-obatan untuk penyakit berat pun akan menjadi pemicu cegukan. Obat untuk kemoterapi, morfin atau metadon (obat untuk meredakan nyeri), anastesi, obat untuk mencegah kejang serta mengatasi peradangan dan pembengkakan dapat memiliki efek samping berupa cegukan.

Untuk yang sering cegukan, inilah cara menghentikan cegukan tersebut. Sebelumnya, Anda perlu mengetahui dahulu jenisnya, karena penangaannya pun akan berbeda. Kalau cegukan masih dalam tahap normal dan bukan disebabkan penyakit, Anda dapat melakukan beberapa trik. Di antaranya meminum air hangat yang banyak, mengemut gula pasir, mengigit buah lemon, tengkurap, hingga menahan napas selama beberapa menit hingga cegukan tersebut hilang.

Namun, kalau cegukan yang Anda alami merupakan gejala, segera periksakan ke rumah sakit. Beberapa di antaranya adalah melakukan tes darah untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh, MRI, CT Scan, atau pemindaian dengan sinar X untuk melihat apa ada tumor yang berkembang pada organ tubuh tertentu, hingga endoskopi yang dimasukan ke dalam tubuh untuk mengamati sistem pencernaan dan mengetahui jika Anda mengalami gangguan pencernaan.

Related Post

Informasi dibawah semoga bermanfaat untuk anda :