Penyakit Kuning pada Bayi dan Cara Pencegahannya » Perkembangan Janin dan Bayi - Perkembangan Janin dan Bayi

Menu

Penyakit Kuning pada Bayi dan Cara Pencegahannya

Penyakit Kuning – Bayi yang baru lahir rentan terkena beberapa penyakit jika tidak dilindungi dengan baik. Salah satunya adalah penyakit kuning. Kendati tidak terlalu berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui penyebab bayi kuning dan pencegahannya.

Penyebab Penyakit Kuning

Bagaimana Penyakit Kuning Bisa Terjadi pada Bayi?

Bayi kuning setelah lahir dapat diakibatkan beberapa sebab, tetapi faktor utamanya adalah kandungan bilirubin (unsur kuning) yang berlebihan dalam darahnya. Bilirubin merupakan sel-sel darah merah yang dileburkan. Faktanya, bilirubin sudah dimiliki bayi sejak berada di dalam kandungan dan dipasok melalui plasenta. Kemudiam, saat lahir, proses tersebut otomatis terputus, karena bayi belum sanggup memproduksinya akibat hati yang belum sempurna.

Dengan tingginya kandungan sel darah merah, kemungkinan produksi bilirubin pun akan meningkat. Sebanyak 60 persen bayi yang baru lahir akan mengalami hal ini. Pada 24 jam pertama pasca persalinan, tubuhnya akan menguning dan kondisinya akan memburuk selama empat hari. Maka, bayi kuning berapa lama bertahan dalam kondisi fisiologis ini? Dalam situasi normal, kondisi bayi akan pulih dalam hitungan tujuh hari.

Faktor dan Gejala Penyakit Kuning pada Bayi

Beberapa faktor yang mendukung penyakit kuning adalah infeksi yang menyerang darah dan disebabkan bakteri atau virus. Kurangnya kandungan enzim G6PD yang mencegah rusaknya sel-sel darah merah serta kerusakan fungsi hati pun berimbas pada peningkatan bilirubin. Pendarahan, sel darah abnormal, serta masalah dalam sistem pencernaannya pun dapat jadi pemicu. Bahkan jika rhesus bayi dan ibu berbeda, risiko penyakit kuning pun kemungkinan besar terjadi saat dia lahir.

Beberapa gejala awal dari peningkatan bilirubin ini adalah pekatnya warna air kencing bayi, fesesnya pucat, serta tangan dan kakinya tampak kekuningan. Kandungan bayi kuning bilirubin mencapai 14 mg/dL menandakan jika penyakit kuningnya bersifat patologis. Bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu), memiliki memar di tubuh, dan sulit mengonsumsi ASI berpeluang besar terserang penyakit kuning.

Namun, jika kandungan bilirubin terlampau tinggi dan lambat ditangani, unsur kuning tersebut dapat menembus dan meracuni sel-sel pada otaknya. Penyakit ini disebut sebagai bilirubin ensefalopati akut. Jika tidak ditangani, kondisinya akan makin parah dan menyebabkan rusaknya otak bayi secara permanen.

Sebelum terlambat, ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda awal dari penyakit ini, yaitu bayi mengalami demam, lesu, bahkan hingga muntah. Selain kulitnya yang kian menguning, bayi biasanya akan gelisah serta rewel, sukar bangun dari tidur, dan tidak mampu mengisap ASI. Kondisi fisiknya pun dapat berubah, terutama di bagian leher dan badannya yang cenderung melekuk ke bagian belakang.

Pencegahan Penyakit Kuning

Tindakan awal yang dilakukan untuk mengatasi dan mencegah bayi kuning adalah melakukan fototerapi, yaitu sebuah cara medis untuk bayi kuning dengan menaruhnya dalam inkubator khusus  yang memaparkan sinar bluelite. Selain itu, asupan ASI sebagai makanan pertama bayi juga dinilai ampuh untuk memulihkan sang buah hati dari penyakit kuning. Ibu disarankan memberi asupan ASI sebanyak delapan hingga dua belas kali setiap 24 jam. Untuk susu formula, berikan enam hingga sepuluh botol dalam waktu 24 jam. Menjemurnya di bawah sinar matahari pagi juga dapat mengatasi penyakit tersebut. Jika sudah parah, bawa bayi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Related Post

Informasi dibawah semoga bermanfaat untuk anda :