Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan dan Perawatannya » Perkembangan Janin dan Bayi - Perkembangan Janin dan Bayi

Menu

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan dan Perawatannya

Perkembangan Bayi – Setelah sukses melewati 3 bulan pertama, Anda akan menghadapi fase baru dalam perkembangan bayi usia 4 bulan. Dalam masa-masa ini, sang buah hati sudah sanggup menanggapi dan bersikap awas terhadap lingkungan sekitarnya. Dia juga mulai sering menunjukkan emosinya dengan ekspresi-ekspresi sederhana seperti tersenyum, serdawa, hingga berceloteh. Sebagai ibu, Anda pasti senang, tetapi juga perlu makin hati-hati mengawasi tumbuh kembangnya.

Baca Juga :

Perkembangan Bayi Usia 5 Bulan 

Perkembangan Bayi Usia 6 Bulan

Mari kita lihat perkembangan bayi usia 4 bulan sudah bisa apa saja dalam fase ini?

Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan

Perkembangan Fisik

Anda tidak perlu khawatir dengan kepalanya, karena bayi di usia ini sudah memiliki koordinasi otot yang cukup stabil. Kendati demikian, masih ada bayi usia 4 bulan belum bisa tengkurap dan membuat para ibu cemas. Tidak perlu khawatir, sebab kemampuan bayi untuk menggerakan tubuhnya berbeda-beda. Anda dapat melatih sang buah hati untuk menelungkupkan badannya secara perlahan.

Sementara itu, bayi juga sudah bisa bermain dan memindahkan mainannya dengan menggunakan dua tangan. Dia juga mulai senang meraih benda-benda terdekat seperti gantungan kunci, boneka, bahkan rambut Anda. Karena tingkahnya yang semakin aktif, Anda perlu melindungi sang buah hati dari hal-hal tak diinginkan dengan memindahkan barang-barang tajam seperti gunting atau jarum ke tempat yang jauh dari jangkauannya.

Untuk pancaindra, bayi pun dapat membedakan perbedaan warna dalam satu objek. Misalnya pita warna merah marun pada rok warna merah muda. Anda juga perlu memperhatikan apakah matanya masih juling. Sebab di usia ini, kalau matanya normal, bayi mampu mengikuti sebuah objek yang bergerak di sekitarnya. Jika masih juling, Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter.

Makanan Pendamping dan Sistem Pencernaan

Menurut WHO, bayi baru diberikan makanan pendamping saat memasuki usia 6 bulan. Namun, untuk beberapa alasan, bayi usia 4 bulan boleh makan selain ASI. Hal itu berlaku jika tubuh bayi Anda terbilang besar, sehingga asupan ASI maupun susu formula tidak membuatnya kenyang. Sehingga, sang buah hati memerlukan makanan pendamping asi untuk sokongan pertumbuhannya. Sebelum memberinya makanan pendamping, Anda harus yakin jika bayi sudah sanggup menyangga kepala serta leher dan duduk tegak dengan bantuan penyangga. Jika masih ragu, Anda bisa konsultasi dengan dokter. Baca : Makanan Bergizi Untuk Bayi

Kalau sudah pasti, Anda dapat memulainya dengan makanan bertekstur lembut seperti bubur. Anda bisa mencampurnya dengan ASI atau susu formula agar bayi tidak kaget dengan perubahan rasa. Selain itu, Anda juga dapat memilih buah-buahan berdaging lembut seperti alpukat atau pisang. Selama masa percobaan, Anda perlu memperhatikan reaksi bayi—apa dia menolak atau sanggup mengonsumsi makanan pendamping.

Dengan perubahan menu makanan, tak jarang bayi usia 4 bulan sering BAB. Normalnya, bayi usia 0 hingga 6 bulan buang air besar sebanyak satu hingga tujuh kali sehari. Jika bayi Anda BAB lebih dari perkiraan normal tersebut, ada baiknya memeriksakan buah hati ke rumah sakit anak.

Tumbuhnya Gigi Pertama pada Bayi

Sebagian besar gigi pertama tumbuh saat bayi menginjak usia 8 bulan. Namun, ternyata beberapa bayi usia 4 bulan sudah mengalami pertumbuhan gigi pertamanya. Anda dapat melihat ciri-cirinya, yaitu mulai dari mengiler, sering menggigit mainan atau objek lain karena gatal akibat tumbuhnya gigi, muncul ruam di bagian wajah akibat air liur, bawel dikarenakan ngilu di bagian gusi, serta sering menggosok pipi dan memainkan telinganya yang terasa sakit.

Informasi dibawah semoga bermanfaat untuk anda :